Tim Wasev Mabes TNI Laksanakan Peninjauan Progres TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU

Kefamenanu,nwartapedia.com – Rombongan Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Dan Letkol Inf Amin M. Said S.H., yang di dampingi Langsung oleh  Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., Tiba Di Desa Makun, Kec. Biboki Feotleu, Kab. TTU dalam rangka Peninjauan Progres TMMD yang ke 119, Dalam hal ini Pembangunan Sekolah SMKN Peternakan Feotleu.

Setibanya Di Desa Makun, Senin 04/03/2024., Tim Wasev Mabes TNI Yang di Dampingi Langsung Oleh Dandim 1618/TTU dan rombongan lainya Melihat Langsung secara Detail Progres pembangunan Sekolah ini.

Dalam kunjungan yang penuh makna dan dedikasi, Tim Wasev Mabes TNI Mayjen TNI. Alvis Anwar, S.A.P., M.Tr. Han (Wakil Inspektur Jenderal Wairjen TNI) Di Dampingi Oleh Letkol Inf Amin M. Said S.H., Dan Dansatgas TMMD Dandim 1618/TTU Letkol ARM Laode Irwan Halim S.I.P.,M.Tr.,(Han)., dengan tegas menyampaikan pentingnya program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Wilayah Kodim 1618/TTU. Program ini bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan merupakan wujud nyata dari komitmen Markas Besar TNI untuk mengatasi kesulitan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

“Saat ini, TMMD dilaksanakan di 50 lokasi di seluruh Indonesia, dan salah satunya berada di wilayah Kodim 1618/TTU, tepatnya di Desa Makun,” ungkap Tim Wasev Mabes TNI dengan penuh semangat.

Sasarannya sangat jelas, membangun Lima (5)., ruang kelas SMKN Peternakan Feotleu. Namun, pembangunan ini bukanlah tugas yang dapat dijalankan sendiri oleh TNI semata. Kerjasama dengan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat Desa Makun menjadi kunci keberhasilan pembangunan ini.

“Kita berharap dalam waktu kurang lebih satu bulan, progres pembangunan dapat selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat serta siswa-siswi SMK N Feotleu,” tambah Tim Wasev Mabes TNI, sambil menyoroti pentingnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa tersebut.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui interaksi dan komunikasi yang intens, diharapkan masyarakat dapat tumbuh rasa cinta dan kepercayaan terhadap TNI, serta menjadi bagian aktif dalam membangun bangsa dan negara.

“Saya hadir di Desa ini Desa Makun untuk melakukan pengawasan terhadap progres kegiatan TMMD ke-119 Kodim 1618/TTU, dan memastikan bahwa semua yang direncanakan oleh Bapak Dandim 1618/TTU dapat terlaksana dengan baik,” tegas Tim Wasev Mabes TNI.

Sementara itu, banyak kegiatan teritorial TNI terus berlangsung untuk membantu kesulitan masyarakat sekitar. Seperti TMMD menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen TNI dalam membangun kemanunggalan dengan rakyat, dengan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari air bersih, Rumah Tidak Layak Huni, hingga peningkatan kesejahteraan dan pendidikan.

Dengan semangat kemanunggalan yang terus berkobar, TMMD ke-119 di Kodim 1618/TTU menjadi tonggak penting dalam membangun kebersamaan dan kemajuan bagi masyarakat desa Makun dan Indonesia secara luas. Ucap Tim Wasev.

(Pendim 1618/TTU).




Isidorus Lilijawa Pelajari Tata Kelola Sampah dan Air di Taiwan, Siap Bawa Inovasi ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, mempelajari inovasi tata kelola sampah dan air dalam kunjungannya ke Taiwan pada 5–8 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Taiwan–Indonesia di bidang inovasi teknologi, khususnya pengelolaan sampah, air, energi, dan lingkungan.

Kepada media ini, Kamis (6/8/2026), Isidorus mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena dirinya dapat melihat secara langsung teknologi dan sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Taiwan.

Sebelumnya, kerja sama tersebut telah dilakukan melalui seminar internasional di Kota Kupang pada Juni 2026.

Dalam kegiatan itu, Isidorus menjadi salah satu narasumber dan delegasi Taiwan juga melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang.

Selama berada di Taiwan, Isidorus bersama delegasi mengunjungi sejumlah fasilitas pengelolaan lingkungan.

Salah satunya pusat pengelolaan sampah di Taipei untuk melihat sistem pengolahan sampah, pemanfaatan energi, pengendalian emisi, pengelolaan air, serta aspek keselamatan.

Delegasi juga mengunjungi Taichung untuk melihat teknologi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.

Isidorus mengatakan teknologi tersebut menarik untuk dipelajari karena sampah organik dapat diproses menjadi pupuk dalam waktu sekitar tiga jam.

“Kami melihat langsung bagaimana sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pengalaman selama di Taiwan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola sampah dan air di Kota Kupang.

Ia menegaskan, berbagai teknologi yang dipelajari tidak serta-merta diterapkan, tetapi akan dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi Kota Kupang.

“Dengan datang melihat langsung, mendengar dan berdiskusi, kita bisa mengambil hikmah dan mungkin menerapkan satu dua hal dalam konteks kita di Kota Kupang, khususnya berkaitan dengan tata kelola air maupun tata kelola sampah dan limbah,” katanya.

Isidorus berharap kerja sama Taiwan–Indonesia dapat terus berlanjut sehingga membuka peluang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan sampah dan air yang berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut ke depan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari momentum yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya.




KPAD Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Edukasi Pelajar SMA Santa Familia tentang HIV

Kupang, nwartapedia.com  –  Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Kota Kupang menggelar sosialisasi HIV dan AIDS bagi pelajar SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang HIV, cara penularan, pencegahan, pengobatan, serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Kepala SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Sr M. Bonaventura, PRR menyampaikan terima kasih kepada KPAD dan Srikandi Christian Serena yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.

Menurutnya, meski para remaja sudah sering mendengar tentang HIV, masih banyak yang belum memahami secara benar mengenai virus tersebut.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini Bapak dan Ibu hadir memberikan arahan dan penjelasan tentang HIV. Banyak anak-anak yang sudah mendengar, tetapi belum memahami dan mengerti secara baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan edukasi HIV sangat penting bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan yang benar dan mampu mencegah penyebaran HIV.

“Atas nama pengurus dan anggota Srikandi Christian Serena Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada KPAD atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman dan edukasi mengenai HIV,” ujar Petronela.

Ia berharap kerja sama antara KPAD, SMA Santa Familia dan Srikandi Christian Serena dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.

“Semoga kerja sama ini terus terjalin demi menciptakan generasi yang sehat, peduli dan bertanggung jawab,” katanya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, yang akrab disapa James, dalam pemaparannya menjelaskan perbedaan HIV dan AIDS.

Menurutnya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kumpulan kondisi atau gejala yang dapat muncul akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh karena HIV.

Julius menegaskan, orang yang terinfeksi HIV tidak selalu menunjukkan gejala sehingga dapat terlihat sehat. Karena itu, pengetahuan, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sangat penting.

Ia juga menjelaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) dapat menekan perkembangan HIV sehingga orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif. Namun, pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Julius menyampaikan data kumulatif kasus HIV di Kota Kupang periode 2010 hingga Juni 2026 mencapai 2.697 orang.

Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui paparan cairan tubuh tertentu, termasuk darah dan cairan seksual, terutama dalam perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan.

Selain itu, dalam sosialisasi turut disampaikan adanya temuan praktik prostitusi yang disebut menyasar anak usia SMP dan SMA di Kota Kupang.

Julius mengajak para pelajar untuk menjaga diri, membangun pergaulan sehat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai HIV.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda sekaligus mendorong upaya pencegahan HIV serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV di Kota Kupang.MI)




BPS NTT Catat Penduduk Miskin pada Maret 2026 Capai 1,04 Juta Jiwa

Kupang, nwartapedia.com  –   Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat persentase penduduk miskin pada Maret 2026 sebesar 17,52 persen.

Data tersebut disampaikan BPS Provinsi NTT dalam rilis resmi pada Rabu (5/8/2026).

Persentase penduduk miskin tersebut meningkat 0,02 persen poin dibandingkan September 2025.

Secara jumlah, penduduk miskin di NTT pada Maret 2026 mencapai 1,04 juta jiwa. Angka tersebut meningkat sekitar 5,95 ribu jiwa dibandingkan September 2025.

Jika dilihat berdasarkan wilayah tempat tinggal, persentase penduduk miskin di perkotaan pada Maret 2026 tercatat sebesar 6,71 persen.

Sementara itu, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan jauh lebih tinggi, yakni mencapai 21,64 persen.

Dibandingkan September 2025, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan pada Maret 2026 mengalami penurunan sebanyak 2,7 ribu jiwa.

Sebaliknya, jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan mengalami peningkatan sebanyak 8,7 ribu jiwa dalam periode yang sama.

BPS NTT juga mencatat Garis Kemiskinan pada Maret 2026 sebesar Rp584.252 per kapita per bulan.

Sementara itu, rata-rata rumah tangga miskin di Provinsi NTT pada Maret 2026 memiliki 5,54 anggota rumah tangga.

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga tersebut, besarnya Garis Kemiskinan secara rata-rata untuk setiap rumah tangga miskin di NTT mencapai Rp3.236.756 per rumah tangga miskin per bulan.

Data BPS tersebut menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan di NTT masih menjadi tantangan, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki persentase penduduk miskin lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.

Perkembangan angka kemiskinan ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi sosial ekonomi masyarakat serta menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam merancang berbagai program pengentasan kemiskinan di Provinsi NTT.




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Plan Indonesia Kolaborasi Jaga Lingkungan dan Mata Air

Denpasar nwartapedia.com  –  Perumda Air Minum Kota Kupang bersama Plan Indonesia terus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan sumber mata air di Kota Kupang melalui Project Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Kebutuhan (CERAH).

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu hal yang disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, saat menjadi narasumber dalam Annual Meeting Project CERAH yang diselenggarakan Plan Indonesia di Denpasar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Isidorus memaparkan berbagai program yang telah dilakukan bersama Plan Indonesia, terutama berkaitan dengan konservasi air, perlindungan lingkungan dan peningkatan kapasitas dalam pengelolaan sumber daya air.

Menurut Isidorus, dukungan Plan International melalui Project CERAH telah memberikan manfaat bagi Perumda Air Minum Kota Kupang dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan keberlanjutan sumber daya air.

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut adalah aksi konservasi air yang dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Kolhua.

“Kami berterima kasih kepada Plan International karena melalui Project CERAH kami mendapatkan dukungan dan fasilitasi untuk pengembangan air minum di Kota Kupang,” kata Isidorus.

Selain konservasi DAS, kolaborasi juga dilakukan melalui program biopori atau program “tanam air” yang saat ini telah dilaksanakan di 14 kelurahan di Kota Kupang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air dan kelestarian sumber daya alam.

Isidorus mengatakan, keberadaan mata air dan lingkungan di sekitarnya perlu dijaga secara bersama-sama karena keberlanjutan pelayanan air minum sangat berkaitan dengan ketersediaan sumber air yang memadai.

Karena itu, ia berharap kolaborasi dengan Plan Indonesia tidak hanya berhenti pada kegiatan pengembangan kapasitas, tetapi dapat terus diperluas melalui aksi nyata di lapangan.

“Kami berharap ke depan Plan Indonesia bisa hadir langsung dalam aksi-aksi nyata di lapangan, misalnya melalui kegiatan sambungan rumah maupun perbaikan jaringan,” ujarnya.

Menurut Isidorus, dukungan terhadap kegiatan konservasi lingkungan dan sumber air menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang.

Sementara itu, Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang yang telah membangun kolaborasi melalui Project CERAH.

Ida Ngurah melihat masih terdapat peluang untuk memperkuat dukungan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, baik melalui pengembangan kapasitas maupun berbagai aksi lanjutan di lapangan.

Ia berharap kerja sama antara Plan International dengan Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang dapat terus berjalan dalam semangat saling mendukung.

Dengan kolaborasi tersebut, berbagai program diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas kelembagaan, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam menjaga lingkungan, melindungi sumber mata air dan mendukung keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Pekan Alkitab di Kupang Jadi Momentum Kebangunan Iman dan Pewarisan Firman Tuhan

Kupang, nwartapedia.com  –  Pekan Alkitab yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada 3–6 Agustus 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat iman umat Kristen sekaligus mengenalkan sejarah Alkitab kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Ketua Panitia Pekan Alkitab, Pdt. Febi M. B. Messakh-Frans, kepada media ini, Rabu (5/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan koleksi dan replika benda-benda sejarah Alkitab, tetapi juga menjadi sarana untuk meneguhkan iman umat dari generasi ke generasi.

Menurutnya, berbagai koleksi yang dipamerkan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan sejarah perjalanan Firman Tuhan.

“Ini menjadi bukti sejarah bahwa Firman Tuhan bukan hanya sekadar cerita, tetapi Firman Tuhan itu nyata. Ada catatan-catatan tentang bagaimana Alkitab mulai ditulis sampai akhirnya bisa kita terima hari ini,” ujar Pdt. Febi.

Ia mengungkapkan, pengalaman melihat dan menata berbagai koleksi tersebut secara langsung menjadi pengalaman yang sangat menyentuh bagi panitia.

Meskipun sebagian merupakan replika, bentuknya dibuat sangat menyerupai benda aslinya.

Pdt. Febi berharap Pekan Alkitab dapat menjadi momentum kebangunan iman dan mendorong umat untuk semakin mencintai Alkitab serta menjadikannya bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menyasar anak-anak dan generasi muda. Hal tersebut terlihat dari kehadiran sekolah minggu dan para pelajar yang antusias mengikuti kegiatan serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai koleksi yang dipamerkan.

Sementara itu, Koordinator Sie Acara, Lidya Fangidae, mengatakan terdapat sekitar 100 koleksi yang ditampilkan, mulai dari papirus, berbagai terjemahan Alkitab dalam bahasa daerah dan internasional, Alkitab berukuran sangat kecil, hingga replika benda-benda yang berkaitan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Pengunjung juga dapat melihat replika Bait Allah, sangkakala, biji sesawi, serta berbagai koleksi lainnya yang selama ini hanya dikenal melalui cerita Alkitab.

Hingga Selasa (4/8/2026), jumlah pengunjung telah mencapai sekitar 2.262 orang, yang terdiri dari siswa sekolah Kristen, Katolik dan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Pekan Alkitab juga diisi dengan lomba cerdas cermat dan membaca Mazmur bagi anak-anak.

Menurut Lidya, kegiatan tersebut dirancang agar anak-anak tidak hanya mengenal Alkitab secara teori, tetapi juga menanamkan Firman Tuhan dalam kehidupan mereka.

Panitia berharap Pekan Alkitab dapat menjadi langkah awal untuk memperluas kegiatan serupa di Kota Kupang dan NTT pada masa mendatang, sehingga semakin banyak masyarakat dapat mengenal sejarah Alkitab sekaligus memperkuat iman dari generasi ke generasi. (MI)




KADIN NTT Bangun Dapur MBG 3T Terbanyak, Bobby Lianto Hadiri Pertemuan Bersama Presiden Prabowo

Jakarta, nwartapedia.com  –  Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia untuk menghadiri pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 150 pengusaha dari 30 provinsi di Indonesia. Hadir pula seluruh Ketua Umum KADIN Provinsi se-Indonesia serta perwakilan dari 30 asosiasi yang merupakan Anggota Luar Biasa (ALB) KADIN sebagai organisasi induk dan payung dunia usaha di Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir sejumlah menteri yang mendampingi Presiden Prabowo, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Permukiman Maruarar Sirait, COO Danantara Dony Oskaria, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, serta Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani.

Rombongan KADIN Indonesia dipimpin Ketua Umum Anindya Novyan Bakrie dan hadir bersama para pengusaha dari berbagai sektor usaha di seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Ketua Umum KADIN NTT, Dr. (Cand.) Bobby Lianto, M.M., MBA.

Pertemuan berlangsung kurang lebih tiga jam. Acara diawali dengan Presiden Prabowo mengabsen satu per satu nama peserta, khususnya para Ketua KADIN dari 30 provinsi.

Presiden Prabowo kemudian memberikan arahan sekaligus memaparkan kondisi negara, perkembangan perekonomian, serta visi dan berbagai program pemerintah kepada para pengusaha yang hadir.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie juga memaparkan empat quick wins KADIN Indonesia dalam mendukung program Pemerintah Republik Indonesia.

Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, KADIN Indonesia telah berkontribusi dalam pembangunan 866 dapur MBG, dengan 183 dapur berada di wilayah 3T, yakni daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi KADIN NTT. Pasalnya, KADIN NTT menjadi KADIN daerah dengan kontribusi pembangunan dapur MBG 3T terbanyak di Indonesia.

Atas kontribusi tersebut, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada KADIN Indonesia yang dinilai turut mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.

Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menyampaikan bahwa selama kurang lebih tiga jam pertemuan, Presiden Prabowo menjelaskan secara mendalam konsep berpikir serta berbagai program pemerintah.

Menurut Bobby, arahan Presiden memberikan wawasan kebangsaan sekaligus wawasan internasional kepada para pengusaha yang hadir.

Bobby juga menyampaikan rasa bangganya karena KADIN NTT dapat ikut berkontribusi dalam mendukung dan menyukseskan program-program pemerintah, khususnya melalui pembangunan dapur MBG di wilayah 3T.

Selain menjadi daerah dengan kontribusi pembangunan dapur MBG 3T terbanyak, KADIN NTT juga merupakan salah satu KADIN daerah yang memperoleh penghargaan sebagai KADIN daerah teraktif.

Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi dunia usaha di NTT dalam mendukung program nasional serta memperkuat peran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah.

Kehadiran Bobby Lianto dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo sekaligus menjadi momentum bagi KADIN NTT untuk menyampaikan kontribusi dunia usaha daerah dalam mendukung pembangunan nasional, terutama dalam pelaksanaan program yang menyentuh langsung masyarakat di wilayah 3T. **




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Jadi Narasumber Annual Meeting Project CERAH di Bali

Denpasar,nwartapedia.com –  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjadi salah satu narasumber dalam Annual Meeting Project Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan (CERAH)

yang diselenggarakan Plan Indonesia di Denpasar, Bali, Selasa (4/8/2026).

Annual Meeting Project CERAH dihadiri Program Director Plan Indonesia bersama jajaran program area dari dua wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan Project CERAH, yakni Kota Kupang dan Kabupaten Sumbawa.

Dari Kota Kupang, kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Ota, tim pengelola keuangan Project CERAH serta staf Plan Indonesia Area Kupang.

Dalam sesi talk show, Isidorus Lilijawa memaparkan berbagai bentuk kolaborasi antara Perumda Air Minum Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang dan Plan Indonesia melalui Project CERAH, khususnya dalam mendukung pengembangan serta peningkatan tata kelola pelayanan air minum.

Isidorus menyampaikan apresiasi kepada Plan Indonesia atas dukungan dan fasilitasi yang telah diberikan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, sejumlah program yang telah dilaksanakan bersama memberikan kontribusi terhadap peningkatan kapasitas pegawai sekaligus penguatan pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang.

Salah satu kegiatan yang telah dilakukan adalah aksi konservasi air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Kolhua.

Selain konservasi, Plan Indonesia juga memberikan dukungan dalam pengembangan kapasitas melalui pelatihan Non-Revenue Water (NRW) bagi sekitar 50 pegawai Perumda Air Minum Kota Kupang.

Pegawai Perumda juga mendapatkan pelatihan mengenai neraca air sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dalam pengelolaan dan efisiensi sumber daya air.

“Terima kasih kepada Plan Indonesia karena melalui Project CERAH kami sudah mendapatkan dukungan dan fasilitasi untuk pengembangan air minum di Kota Kupang,” kata Isidorus.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Real Demand Survey (RDS) atau survei kebutuhan nyata terkait pelayanan air minum di zona pelayanan SPAM Dendeng.

Menurut Isidorus, hasil survei tersebut memberikan banyak masukan bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk melakukan evaluasi dan tindak lanjut, terutama berkaitan dengan tata kelola air bersih, kinerja petugas serta standar operasional pelayanan.

Kolaborasi lainnya diwujudkan melalui dukungan terhadap program biopori atau program “tanam air” yang saat ini telah dilaksanakan di 14 kelurahan di Kota Kupang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendukung konservasi air dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus berharap dukungan Plan Indonesia terhadap Perumda Air Minum Kota Kupang dapat terus dilanjutkan dan diperluas.

Ia mengatakan, selama ini dukungan yang diberikan cukup banyak berfokus pada pengembangan kapasitas.

Ke depan, ia berharap Plan Indonesia dapat turut mendukung aksi-aksi nyata di lapangan.

“Kami berharap tahun depan Plan Indonesia bisa hadir langsung dalam aksi-aksi nyata di lapangan, misalnya melalui kegiatan sambungan rumah maupun perbaikan-perbaikan jaringan,” harapnya.

Sementara itu, Program Director Plan Indonesia, Ida Ngurah, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dan Perumda Air Minum Kota Kupang yang telah terlibat dalam kolaborasi melalui Project CERAH didukung oleh Pemerintah Australia melalui Australian NGO Cooperation Program (ANCP).“

Ida Ngurah menilai terdapat peluang bagi Plan International untuk terus memberikan dukungan dan fasilitasi kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, baik melalui program pengembangan kapasitas maupun aksi-aksi lanjutan lainnya.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dengan Plan Indonesia serta Perumda Air Minum Kota Kupang dengan Plan Indonesia dapat terus berjalan dalam semangat saling mendukung.

Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi tersebut penting agar berbagai program Plan Indonesia dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Kota Kupang.

Annual Meeting Project CERAH di Bali menjadi momentum bagi para pihak untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan air dan lahan serta peningkatan pelayanan air minum yang berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)




Kasus Dugaan Penipuan Rp330 Juta, Pengacara Bildat Thonak Dilaporkan ke Polda NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kasus dugaan penipuan yang berkaitan dengan perkara perdata hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA) kini bergulir di Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT).

Seorang pengacara, Bildat Torina M. Thonak, S.H., dilaporkan ke Polda NTT atas dugaan tindak pidana penipuan atau perbuatan curang.

Laporan tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/294/VIII/2026/SPKT/Polda Nusa Tenggara Timur, yang diterima SPKT Polda NTT pada Senin, 3 Agustus 2026.

Kuasa hukum pelapor, Fransisco Bessi, mengatakan laporan tersebut berawal dari perkara gugatan perdata terkait pemberhentian Direktur Utama Bank NTT yang sebelumnya ditangani oleh Bildat Thonak sebagai kuasa hukum Izak Eduard Rihi.

Perkara tersebut kemudian berproses hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung.

Menurut Fransisco, dalam perjalanan perkara tersebut terdapat dugaan janji kemenangan pada tingkat kasasi serta permintaan uang koordinasi yang disebut mencapai Rp330 juta.

Namun, permohonan kasasi yang diajukan pada akhirnya ditolak oleh Mahkamah Agung.

“Klien kami merasa telah ditipu karena ada rangkaian janji kemenangan yang disampaikan berulang kali, termasuk klaim memiliki akses kepada pihak-pihak tertentu di Mahkamah Agung,” kata Fransisco di Kupang, Senin (3/8/2026).

Pelapor Serahkan Bukti Percakapan

Fransisco mengatakan pihaknya telah menyerahkan sejumlah bukti kepada penyidik Polda NTT untuk mendukung laporan tersebut.

Salah satu bukti yang diserahkan berupa percakapan elektronik yang menurut pihak pelapor berkaitan dengan dugaan rangkaian janji kemenangan dalam perkara kasasi.

Selain bukti elektronik, pihak pelapor juga telah menyiapkan sejumlah saksi yang akan dimintai keterangan oleh penyidik.

“Ada sekitar lima orang saksi yang kami siapkan untuk memberikan keterangan. Kami berharap rangkaian peristiwa ini dapat menjadi terang,” ujar Fransisco.

Ia menyebut salah satu saksi berinisial L dinilai mengetahui bagian penting dari perkara tersebut.

Fransisco berharap laporan itu dapat diproses secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut dia, proses hukum diperlukan untuk memberikan kepastian mengenai dugaan peristiwa yang dilaporkan sekaligus mencegah terjadinya persoalan serupa.

Aduan Etik Juga Masuk ke KAI NTT

Tidak hanya membuat laporan pidana, pihak pelapor juga mengadukan dugaan pelanggaran kode etik profesi advokat kepada DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Provinsi NTT.

Ketua DPD KAI NTT, Erryc Save Oka Mamoh, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan terhadap salah satu anggota KAI.

“Prinsipnya DPD menerima laporan dan meneruskannya kepada Dewan Kehormatan,” kata Erryc kepada wartawan di Kantor DPD KAI NTT.

Erryc menjelaskan, DPD KAI NTT tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah seorang anggota terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

Menurutnya, kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan penilaian terkait dugaan pelanggaran kode etik berada pada Dewan Kehormatan.

“Kami melindungi seluruh anggota, tetapi proses harus berjalan sesuai prosedur organisasi,” tegasnya.

Ia memastikan DPD KAI NTT akan tetap bersikap netral dan tidak berpihak kepada pelapor maupun terlapor.

Izak Jelaskan Alasan Membuat Laporan

Sementara itu, Izak Eduard Rihi mengatakan keputusan untuk menempuh jalur hukum diambil setelah dirinya merasa persoalan tersebut tidak menemukan penyelesaian yang diharapkan.

“Saya datang dengan itikad baik. Masalah ini sudah lama saya tahan, tetapi karena tidak ada itikad baik maka saya memutuskan melapor,” ujar Izak.

Ia juga menanggapi laporan yang sebelumnya dibuat pihak terlapor terhadap dirinya di Polresta Kupang Kota terkait dugaan penyebaran kabar bohong.

Menurut Izak, dirinya hanya menjalankan langkah hukum dengan menyampaikan somasi dan pengaduan kepada organisasi profesi advokat.

“Menurut saya ini salah alamat. Yang kami lakukan adalah menyampaikan somasi dan pengaduan ke DPD KAI. Kenapa somasi tidak dijawab, tetapi justru memberikan tanggapan melalui media,” katanya. **




BPS NTT Catat Nilai Tukar Petani Juli 2026 Tembus 100,19

Kupang, nwartapedia.com  –  Kondisi nilai tukar petani di Nusa Tenggara Timur menunjukkan perkembangan positif pada Juli 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 100,19, meningkat 0,18 persen dibandingkan Juni 2026.

Data tersebut disampaikan BPS NTT melalui rilis resmi pada Senin (3/8/2026). Penghitungan NTP menggunakan tahun dasar 2018 atau 2018=100.

NTP NTT dihitung berdasarkan lima subsektor, yakni tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.
Pada Juli 2026, subsektor tanaman pangan mencatat NTP sebesar 102,09. Sementara itu, NTP subsektor hortikultura berada pada angka 96,94.

Selanjutnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat NTP sebesar 94,32, sedangkan subsektor peternakan menjadi yang tertinggi dengan angka 105,04. Untuk subsektor perikanan, NTP tercatat sebesar 98,81.

Secara keseluruhan, kenaikan NTP NTT pada Juli 2026 sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dipengaruhi oleh perkembangan indeks harga yang diterima petani yang lebih cepat dibandingkan indeks harga yang dibayar petani.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan positif pada nilai tukar yang diterima petani dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi.

Selain perkembangan NTP, BPS NTT juga mencatat adanya perubahan pada indeks konsumsi rumah tangga di daerah perdesaan sebesar 0,12 persen pada Juli 2026.

Perkembangan NTP dan indeks konsumsi rumah tangga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika kondisi ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya rumah tangga yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.

Dengan capaian NTP sebesar 100,19, perkembangan pada Juli 2026 menunjukkan bahwa nilai tukar petani di NTT mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun capaian masing-masing subsektor masih berbeda. ***




Ahmad Atang: Jokowi Diterima sebagai Keluarga Raja di Timor, Bentuk Penghormatan dan Legitimasi Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai penerimaan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor merupakan bentuk penghormatan adat sekaligus legitimasi sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Atang kepada media ini, Minggu (2/8/2026), menanggapi prosesi pemberian gelar kehormatan kepada Jokowi dalam rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Menurut Ahmad Atang, penghormatan yang diberikan para raja dan tokoh adat kepada Jokowi tidak semata-mata harus dipahami dari aspek gelar atau status kebangsawanan. Lebih dari itu, terdapat pesan sosial bahwa Jokowi diterima sebagai saudara dan bagian dari keluarga.

“Kalau orang Timor, ini bisa disebut sebagai penerimaan. Jokowi kemudian diterima sebagai saudara, sebagai bagian dari keluarga. Jadi bukan semata-mata soal keturunan, tetapi ada penghormatan karena kapasitas dan jasa seseorang,” ujar Ahmad Atang.

Ahmad Atang menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat adat, penghormatan kepada seseorang dapat diberikan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Ada seseorang yang memperoleh kedudukan adat karena faktor keturunan, baik dari garis keluarga maupun hubungan darah. Namun, terdapat pula penghormatan yang diberikan karena seseorang dianggap memiliki jasa, kontribusi atau hubungan yang baik dengan masyarakat adat.

Dalam konteks Jokowi, menurut Ahmad Atang, penerimaan sebagai keluarga raja di Timor lebih tepat dilihat dalam konteks penghormatan tersebut.

“Penobatan atau pemberian kehormatan itu tidak selalu berbicara tentang darah dan keturunan. Ada juga penghormatan kepada orang yang dianggap berjasa. Saya kira Jokowi ada dalam kapasitas itu,” jelasnya.

Ahmad Atang menilai penerimaan terhadap Jokowi juga tidak terlepas dari berbagai pembangunan yang dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Presiden RI.

Menurutnya, masyarakat NTT, termasuk masyarakat di Pulau Timor, memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai program pembangunan pemerintah selama satu dekade kepemimpinan Jokowi.

Karena itu, ketika Jokowi kemudian mendapatkan penghormatan dan diterima sebagai saudara atau bagian dari keluarga oleh para raja dan tokoh adat, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi atas hubungan yang telah terbentuk.

“Dalam kapasitas Jokowi, saya kira masyarakat Timor melihat beliau sebagai orang yang memang punya kepedulian terhadap NTT dan Timor khususnya,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad Atang menyebut penerimaan Jokowi sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor sebagai legitimasi sosiologis.

Legitimasi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya penerimaan masyarakat terhadap seorang tokoh berdasarkan hubungan sosial, budaya dan pengalaman yang mereka rasakan.

“Bagi saya ini sebuah legitimasi sosiologis. Jadi wajar saja ketika orang Timor memberikan penghormatan kepada tokoh yang mereka anggap berjasa,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Atang, gelar kehormatan yang diberikan kepada Jokowi juga menunjukkan bahwa hubungan antara seorang tokoh dengan masyarakat tidak selalu berakhir ketika jabatan formalnya selesai.

Ahmad Atang juga mengingatkan agar pemberian penghormatan kepada Jokowi tidak langsung dimaknai sebagai bagian dari kepentingan politik.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan penghormatan kepada seseorang yang dianggap memiliki jasa atau hubungan khusus dengan komunitas mereka.

“Kalau kita melihat gelar ini sebagai penghormatan, maka simbolnya adalah penerimaan. Tetapi kalau kemudian ditarik terlalu jauh sebagai instrumen politik, tentu harus dilihat dalam konteks yang berbeda,” ujarnya.

Ia menilai makna utama dari prosesi tersebut adalah adanya hubungan emosional dan sosial antara Jokowi dengan masyarakat yang memberikan penghormatan.

Ahmad Atang juga menyoroti antusiasme masyarakat saat menyambut kedatangan Jokowi di Kota Kupang.

Menurutnya, sambutan masyarakat bersama penghormatan dari para raja dan tokoh adat menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki tempat di hati sebagian masyarakat NTT.

“Jokowi sudah selesai menjadi Presiden, tetapi ketika datang ke NTT masih mendapatkan sambutan dan penghormatan. Itu menunjukkan bahwa secara psikologis masih ada hubungan yang kuat antara beliau dengan masyarakat,” katanya.

Ahmad Atang menegaskan, penerimaan Jokowi sebagai keluarga raja di Timor tidak harus dilihat semata-mata dari gelar yang disematkan, tetapi dari makna sosial di balik penghormatan tersebut.

“Yang penting bukan hanya gelarnya. Ada pesan bahwa orang tersebut diterima, dihormati dan dianggap sebagai bagian dari keluarga,” pungkasnya. (MI)